Pages

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Saturday, May 2, 2015

FILOSOFI KEBIDANAN

FILOSOFI KEBIDANAN

Filosofi kebidanan adalah keyakinan atau pandangan hidup bidan yang digunakan sebagai kerangka pikiran dalam memberikan asuhan kepada pasien, yaitu:

·         Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan
     Bidan yakin bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah, namun tetap waspada.
2. Keyakinan tentang perempuan
    Bidan yakin bahwa setiap perempuan merupakan pribadi yang unik, tidak sama baik fisik, emosional,    spiritual dan budayanya. Dia punya hak untuk mengontrol dirinya, keinginan, harapan dan kebutuhannya patut dihormati.
3. Keyakinan mengenai fungsi profesi dan pengaruhnya
   Fungsi utama dari Askeb adalah memastikan kesejahteraan janin dan ibunya. Bidan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi klien dan keluarganya. Proses fisiologi normal harus dihargai dan dipertahankan bila bermasalahgunakan teknologi tepat guna dan rujuk bila perlu.
4. Keyakinan tentang pemberdayaan dan membuat keputusan
  Bidan yakin bahwa pilihan dan keputusan dalam asuhan terhadap perempuan patut dihormati. Keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan, keluarga dan pemberi asuhan. Perempuan punya hak untuk memilih dan memutuskan tentang pemberi asuhan dan tempat melahirkan.
5. Keyakinan tentang asuhan
    Bidan yakin bahwa fokus asuhan kebidanan adalah upaya pencegahan dan peningkatan Bidan yakin bahwa kesehatan secara menyeluruh, meliputi pemberian informasi yang relevan dan obyektif, konseling serta memfasilitasi klien yang menjadi tanggungjawabnya. Asuhan harus diberikan dengan keyakinan bahwa dengan dukungan dan perhatian, perempuan akan bersalin dengan aman dan selamat. Oeh karena itu asuhan kebidanan harus aman, memuaskan, menghormati dan memberdayakan perempuan dan keluarganya.
6. Keyakinan tentang kolaborasi dan kemitraan
   Bidan yakin bahwa dalam memberikan asuhan tetap mempertahankan, mendukung dan menghargai proses fisiologi, intervensi dan penggunaan teknologi dalam asuhan hanya atas indikasi, rujukan yang efektif dilakukan untuk menjamin kesejahteraan ibu dan bayinya. Bidan adalah praktisi mandiri, bekerjasama mengembangkan kemitraan dengan anggota tim kesehatan lainnya.
7. Keyakinan tentang fungsi profesi dan manfaatnya
  Bidan yakin bahwa dalam mengembangkan kemandirian profesi, kemitraan dan pemberdyaan perempuan serta tim kesehatan lainnya selama memberikan asuhan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Asuhan, dukungan, bimbingan serta kepedulian kepada klien dalam membantu mengatasi masalah kesehatan reproduksinya dilakukan secara berkesinambungan.

Pendapat para ahli :

IBI
Falsafah kebidanan merupakan pandangan hidup atau penuntun bagi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan.

ANCM
1 Setiap individu mempunyai hak untuk meyakini bahwa setiap individu berhak untuk merasa aman, mendapat pelayanan kesehatan yang memuaskan dengan memperhatikan martabatnya.
2 Bidan meyakini bahwa kehamilan, persalinan merupakan proses yang normal.
3 Asuhan kebidanan difokuskan kepada kebutuhan individu, keluarga untuk perawtan fisik, emosi dan hubungan sosial.
4 Klien ikut terlibat dalam menentukan pilihan.
5 Asuhan kebidanan berkesinambungan mengutamakan keamanan, kemampuan klinis dan tanpa intervensi pada proses normal.
6 Meningkatkan pendidikan pada perempuan sepanjang siklus kehidupan.

Linda V. Walsh
Filosofi kebidanan berprinsip pada asuhan kebidanan :
 proses kelahiran merupakan sesuatu yang fisiologis
 non intervensi/cara sederhana
 aman, berdasarkan evidence based
 orientasi pada ibu secara komprehensif
 menjaga privasi/kerahasiaan ibu
 membantu ibu dalam menciptakan proses yang fisiologis
 memberi informasi, penjelasan dan konseling yang cukup
 mensupport ibu dan keluarga agar aktif
 menghormati praktek (adat, keyakinan dan agama)
 menghormati kesehatan fisik, psikologis, spiritual dan sosial ibu
 usaha promosi dan prevention

Prinsip dasar filosofi kebidanan :

o Hubungan antara ibu dan bidan adalah dasar dalam memberikan asuhan yang baik
o Ibu adalah fokus dalam memberikan asuhan
o Memberikan pilihan pada ibu untuk melahirkan
o Menggunakan seluruh ketrampilan bidan
o Asuhan yang berkesinambungan
o Asuhan dasar komunitas
o Bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan
o Memberikan asuhan yang ramah kepada ibu dan bayinya

Filosofi asuhan kebidanan (IBI,2003) :

1 Profesi kebidanan secara nasional diakui dalam Undang – Undang maupun peraturan pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan professional dan secara internasional diakui oleh International Confederation of Midwives (ICM), FIGO dan WHO.
2 Tugas, tanggung jawab dan kewenangan profesi bidan yang telah diatur dalam beberapa peraturan maupun keputusan menteri kesehatan ditujukan dalam rangka membantu program pemerintah bidang kesehatan khususnya ikut dalam rangka menurunkan AKI, AKP, KIA, Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman dan KB.
3 Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya. Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi yang cukup dan untuk berperan di segala aspek pemeliharaan kesehatannya.
4 Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan dan menopause adalah proses fisiologi dan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medis.
5 Persalinan adalah suatu proses yang alami, peristiwa normal, namun apabila tidak dikelola dengan tepat dapat berubah menjadi abnormal.
6 Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
7 Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa remaja.
8 Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi oleh perilaku ibu, lingkungan dan pelayanan kesehatan.
9 Intervensi kebidanan bersifat komprehensif mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat
10 Manajemen kebidanan diselenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang professional dan interaksi social serta asas penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi manajemen secara terpadu.

11 Proses kependidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian berlangsung sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk berbagai strata masyarakat.

Wednesday, March 25, 2015

Menghilangkan Bulu Ketiak secara Aami (menggunakan kapur sirih)

Menghilangkan Bulu Ketiak secara alami (menggunakan kapur sirih)

  • Pertama-tama ambilah satu sendok makan kapur sirih atau dalam bahasa Jawa dinamakan dengan apu. Kapur sirih ini merupakan larutan kapur yang berupa pasta dan biasanya digunakan sebagai campuran mengunyah sirih/nginang. 
  • Kapur sirih tersebut ditambah lagi dengan dua sendok makan air mineral lalu diaduk sampai merata. 
  • Bersihkan ketiak terlebih dahulu dengan sabun atau selesai mandi dan keringkan dengan handuk. 
  • Setelah itu oleskan larutan kapur sirih ke ketiak hingga merata. 
  • Diamkan hingga sekitar tiga puluh menit.
  •  Setelahnya bersihkan kembali ketiak dengan diseka handuk hangat dan disabun hingga bersih, lalu keringkan. 

Gunakan perawatan ketiak dengan menggunakan kapur sirih secara rutin minimal tiga kali seminggu sampai kira-kira satu bulan lamanya. Setelah dirasa bulu ketiak mulai tidak tumbuh lagi maka perawatan dilakukan agak jarang. Bisa satu minggu atau dua minggu sekali.

Sunday, March 22, 2015

Cara Cepat Menggemukan badan dalam Seminggu

Cara Cepat  Menggemukan badan dalam Seminggu



1. Perbanyak Minum Air Putih
 Kita awali dengan hal terkecil, misalnya seperti minum air.  
2. Kunyah Makan Anda Sampai Halus
 Mengunyah makanan sampai halus juga dapat membantu proses penambahan berat badan karena dapat membantu mempermudah tubuh anda dalam mencerna makan. Apalagi jika makanan yang kita makan agak keras, sehingga sulit untuk dicerna tubuh anda.  
3. Istirahat Yang Cukup dan Kurangi Begadang
 Istirahat itu penting untuk membantu memulihkan dan memperbaiki fungsi-fungsi organ tubuh anda.
 4. Makan Secara Teratur
 Usahakan makan 3 kali sehari (sarapan,makan siang dan makan malam)
 5. Minum Susu Secara Rutin
 Jika memungkinkan biasakanlah minum susu karenaselain sehat juga dapat menambah berat badan anda, khususnya susu full cream. Disarankan untuk minum susu jenis full cream dua kali sehari. Susu juga termasuk yang terpenting yang harus kita konsumsi, karena termasuk kedalam makanan 4 sehat 5 sempurna.
 6. Kurangi Atau Bahkan Berhenti Merokok
 Merokok berbahaya bagi tubuh dan dapat mengurangi nafsu makan oleh karena itu kurangi atau kalau bisa berhentilah merokok.
 7. Lakukan Olahraga Secara Teratur
 Nah, mungkin ini salah satu penyebab mengapa badan anda kurus, yaitu anda jarang olahraga. Jika anda sudah meakukan tips dari no 1 - no 6 dan masih belum ada perkembangan, mungin saja anda melupakan hal yang satu ini. Tahukan anda, meskipun anda banyak mengkonsumsi makanan sehat, tidur secara teratur, tapi anda jaranng olahraga, maka usaha anda akan percuma, karena harus diimbangi dengan olahraga yang teratur. Caranya manfaatkan setiap hari libur anda untuk olahraga minimal lari / jogging dipagi hari.


Thursday, November 28, 2013

Metode Pemijatan pada bayi

Metode Pemijatan Pada Buah hati (bayi)

Waktu total pemijatan pada buah hati (bayi) yaitu sekitar 15 menit untuk kondisi buah hati (bayi) Fit

Tahapan Pemijatan Pada Buah hati (bayi) yaitu :

1. Tahapan Pertama yaitu rangsangan taktil (raba)
2. Tahapan kedua yaitu rangsangan kinestetik (gerak) dan 
3. Tahapan ketiga yaitu kembali lagi pada rangsangan taktil (raba).


1. Rangsangan Raba (Taktil)
Buah hati (bayi) dalam posisi ditengkurapkan
Tiap gerakan dilakukan dalam waktu 2 x 5 detik
Tiap gerakan diulang enam (6) kali
Dikerjakan selama lima (5) menit


Pemijatan Kepala
Posisikan telapak tangan pada dahi
Usap dari dahi dengan telapak tangan (tidak dengan ujung jari) sampai pangkal leher dan kembali ke dahi secara perlahan

Pemijatan Bahu

Dengan menggunakan 2-3 bagian jari tangan kanan dan kiri secara bersamaan. Lakukan gerakan menyilang pada tengkuk dan turun ke siku kemudian masing-masing menuju ke arah sebaliknya bersilangan di tengkuk

Pemijatan Punggung

Dengan menggunakan bantalan jari-jari dari kedua tangan secara bersama pijat secara perlahan kedua sisi tulang belakang dari leher ke pinggang dan kembali ke leher. Pastikan tidak melakukan penekanan pada tulang belakang.

Pemijatan Belakang Kaki

Dengan menggunakan bantalan jari dari setiap tangan, pijat bagian belakang kedua kaki pada saat bersamaan dari pangkal paha kepergelangan kaki dan kembali ke pangkal paha.

Pemijatan Lengan

Pijat bagian belakang kedua lengan pada saat yang bersamaan, mulai dari bahu kemudian turun ke pergelangan tangan dan kembali ke bahu



2. Rangsangan Kinestetik
Buah hati (bayi) dalam posisi ditelentangkan
Tiap gerakan dilakukan dalam waktu 2 x 5 detik
Tiap gerakan diulang enam (6) kali
Dikerjakan selama lima (5) menit

Menggerakan Siku

Posisikan tangan kita di pangkal lengan untuk menahan
Dengan menggunakan tangan yang satunya secara lembut menggerakkan lengan bawah kearah bahu secara perlahan kemudian diluruskan kembali. Lakukan hal yang sama pada lengan yang satunya.

Pemijatan Telapak Tangan

Posisikan tangan di pergelangan tangan buah hati (bayi)
Menggerakkan dan memijat telapak tangan buah hati (bayi) dengan lembut kearah jari. Akhiri pijatan telapak tangan dengan menarik lembut setiap jari tangan buah hati (bayi)

Menggerakan Lutut

Memegang tungkai bawah buah hati (bayi)
Menggerakkan sendi lutut secara lembut ke arah perut dan kembali ke posisi

Menggerakan Sendi Pinggul

Memegang kedua pergelangan kaki
Menggerakkan paha ke arah perut dengan mendorong perlahan kemudian mengembalikan ke posisi lurus

Pemijatan Telapak Kaki

Posisikan tangan di pergelangan kaki
Menggerakkan dan memijat telapak kaki buah hati (bayi) dengan lembut







Tuesday, July 16, 2013

Mengatasi Bau Mulut


Pengertian Bau Mulut (Halitosis)

Menurut istilah kedokteran Bau Mulut adalah “fetor ex ore”, dalam bahasa Indonesia dan dalam
Bau Mulut (Halitosis) dan Cara Penanganannya
bahasa Inggris dikenal sebagai Halitose (Halitus=Bau, osis=Abnormal). Halitosis merupakan suatu keadaan dimana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium saat berbicara). Bau mulut disebabkan dari mulut kering, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas dan metabolisme lainnya.
Beberapa penelitian telah di lakukan untuk mengetahui bakteri-bakteri spesifik penyebab bau mulut tersebut. Di dalam mulut normal diperkirakan rata-rata terdapat sekitar 400 macam bakteri dengan berbagai tipe. Meskipun penyebab bau mulut belum diketahui dengan jelas, kebanyakan dari bau tersebut berasal dari sisa makanan di dalam mulut. Masalah akan muncul bila sebagian bakteri berkembang biak atau bahkan bermutasi secara besar-besaran. Kebanyakan dari bakteri ini bermukim di leher gigi bersatu dengan plak dan karang gigi, juga di balik lidah karena daerah tersebut merupakan daerah yang aman dari kegiatan mulut sehari-hari. Bakteri tersebut memproduksi toxin atau racun, dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati yang terdapat di dalam mulut. Racun inilah yang menyebabkan bau mulut pada saat bernafas karena hasil metabolisme proses anaerob pada saat penguraian sisa makanan tersebut menghasilkan senyawa sulfide dan ammonia.
Sadar atau tidak,setiap orang pasti pernah mengalami masalah Halitosis. Bau mulut hampir selalu disebabkan oleh masalah pada mulut,akan sangat membantu jika kita mengunjungi dokter gigi untuk memastikan penyebab nya kemudian dicari solusinya. Sejumlah orang merasa sangat bermasalah dengan bau mulut,sehingga dapat ,menyebabkan rasa tidak percaya diri lantas menangani bau mulut sendiri padahal bisa jadi malah memperburuk keadaan.

Klasifikasi Bau mulut

Klasifikasi Halitosis
Berdasarkan faktor etiologinya, halitosis dibedakan atasa halitosis sejati,(genuine) pseudohalitosis dan halitophobia. Halitosis sejati dibedakan lagi atas fisiologis dan patologis . Halitosis fisiologis merupakan bersifat sementara dan tidak membutuhkan perawatan, sebaliknya halitosis patologis merupakan  halitosis bersifat permanen dan tidak dapat diatasi hanya dengan pemeliharaan oral hygiene saja , tetapi membutuhkan suatu penanganan dan perawatan sesuai dengan sumber penyebab halitosis.


  1. Genuine Halitosis (halitosis sejati)

Halitosis Fisiologis
Halitosis fisiologis merupakan halitosis yang bersifat sementara dan tidak membutuhkan perawatan. Pada halitosis tipe ini tidak ditemukan adanya kondisi patologis yang menyebabkan halitosis. Contohnya adalah morning breath, yaitu bau nafas pada waktu bangun pagi. Keadaan ini disebabkan tidak aktifnya otot pipi dan lidah serta berkurangnya aliran saliva selama tidur. Bau nafas ini dapat diatasi dengan merangsang aliran saliva dan menyingkirkan sisa makanan di dalam mulut dengan mengunyah, menyikat gigi atau berkumur.

Halitosis Patologis
Hali tosis patologis merupakan halitosis yang bersifat permanen dan tidak dapat diatasi hanya dengan pemeliharaan oral higiene saja, tetapi membutuhkan suatu penanganan dan perawatan sesuai dengan sumber penyebab halitosis. Adanya pertumbuhan bakteri yang dikaitkan dengan kondisi oral higiene yang buruk merupakan penyebab halitosis patologis intraoral yang paling sering dijumpai. Tongue coating, karies dan penyakit periodontal merupakan penyebab utama halitosis berkaitan dengan kondisi tersebut.Infeksi kronis pada rongga nasal dan sinus paranasal, infeksi tonsil(tonsilhlith), gangguan pencernaan, tukak lambung juga dapat menghasilkan gas berbau. Selain itu, penyakit sistemik seperti diabetes ketoasidosir, gagal ginjal, dan gangguan hati juga dapat menimbulkan bau nafas yang khas. Penderita diabetes ketoasidosis mengeluartan nafas berbau aseton. Udara pernafasan pada penderita kerusakan ginjal berbau amonia dan disertai dengan keluhan dysgeusi, sedangkan pada penderita gangguan hati dan kantung empedu seperti sirosis hepatis akan tercium bau nafas yang khas, dikenal dengan istilah foetor hepaticus.

2.    Pseudo Halitosis (Halitosis Semu)
Pada kondisi ini, pasien merasakan dirinya memilki bau nafas yang buruk, namun hal ini tidak dirasakan oleh orang lain disekitarnya ataupun tidak dapat terdeteksi dengan tes ilmiah. Oleh karena tidak ada masalah pernapasan yang nyata, maka perawatan yang perlu diberikan pada pasien berupa konseling untuk memperbaiki kesalahan konsep yang ada (menggunakan dukungan literature, pendidikan dan penjelasan hasil pemeriksaan) dan mengingatkan perawatan oral hygiene yang sederhana.

3.    Halitophobia
Pada kondisi ini, walaupun telah berhasil mengikuti perawatan genuine halitosis maupun telah mendapat konseling pada kasus pseudo halitosis, pasien masih kuatir dan terganggu oleh adanya halitosis. Padahal setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti baik kesehatan gigi dan mulut maupun kesehatan umumnya ternyata baik dan tidak ditemukan suatu kelainan yang berhubungan dengan halitosis, begitu pula dengan tes ilmiah yang ada tidak menunjukkan hasil bahwa orang tersebut menderita halitosis. Pasien juga dapat menutup diri dari pergaulan sosial, sangat sensitif terhadap komentar dan tingkah laku orang lain. Maka dari itu, diperlukan pendekatan psikologis untuk mengatasi masalah kejiwaan yang melatar belakangi keluhan ini yang biasanya dapat dilakukan oleh seorang ahli seperti psikiater ataupun psikolog.

Penyebab Halitosis

Bau mulut (Halitosis) dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor fisiologis dan patologis.

1.    Faktor fisiologis terdiri dari :
a.    Kurangnya aliran ludah selama tidur
Air liur sangat penting untuk menjaga kesegaran nafas.  Pengeluaran air liur akan berkurang ketika tidur, hal ini menyebabkan mulut kering dan menimbulkan bau mulut.
b.    Makanan
Bau mulut dapat terjadi karena pengaruh makanan. Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan bau mulut (Halitosis), diantaranya adalah makanan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, kubis, brokoli serta makanan yang berbau khas seperti petai, jengkol, dan durian .
c.    Minuman atau alkohol
Alkohol dapat mengurangi produksi air ludah sehingga mengiritasi jaringan mulut yang akhirnya semakin memperparah bau mulut.
d.    Kebiasaan merokok
Merokok dapat memperburuk status kebersihan gigi dan mulut sehingga bisa memicu terjadinya radang gusi dan dapat berakibat terjadinya bau mulut (Soemantri, 2008).
e.    Menstruasi
Wanita dalam masa haid (menstruasi) dapat mengalami bau mulut (halitosis) disebabkan karena sekresi air ludah dalam mulut berkurang sebagai akibat kekacauan endokrin yang pada kenyataannya menguntungkan pertumbuhan kuman anaerob, sehingga halitosis sudah pasti akan terjadi

2.    Faktor patologis terdiri dari :
a.    Oral hygiene buruk
Kebersihan mulut yang tidak baik dapat menyebabkan terjadinya halitosis, misalnya karena sisa-sisa makanan yang menempel dan sulit dibersihkan terutama pada gigi berbehel.
b.    Plak
Plak adalah suatu deposit lunak yang terdiri atas kumpulan bakteri yang berkembangbiak diatas suatu matrik yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi apabila seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya.
c.    Karies
Karies gigi adalah suatu penyakit yang merupakan interaksi dari 4 faktor yaitu:Host (penjamu), Agent (penyebab), Enviorenment (lingkungan) dan Time (waktu) yang menghasilkan kerusakan pada jaringan keras gigi yang tidak bisa pulih kembali yaitu email, dentin dan sementum.
Gigi yang terserang karies (rusak atau berlubang) dapat menjadi salah satu sumber bau mulut. Lubang pada gigi tersebut dapat menjadi penyimpanan makanan yang menjadi tempat kuman memperoleh media untuk proses makanan serta menjadi tempat kuman memperoleh media untuk proses pembusukan dan berkembangbiak. Bau dari gigi berlubang secara langsung dapat dirasakan sendiri oleh individu yang bersangkutan.

Lima strategi umum yang merupakan kunci dalam mencegah terjadinya karies gigi :

  • Menjaga kebersihan mulutKebersihan mulut yang baik mencakup gosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam serta membersihkan plak dengan benang gigi (flossing) setiap hari.
  • MakananSemua karbohidrat dapat menyebabkan kerusakan gigi, tetapi yang paling jahat adalah gula. Gula sederhana termasuk gula meja (sukrosa), gula didalam madu (levulosa dan dekstrosa), buah-buahan (fruktosa) dan susu (laktosa) memiliki efek yang sama terhadap gigi.
  • FluorFluor menyebabkan gigi terutama email tahan terhadap asam yang menyebabkan terbentuknya karies. Efektif mengkonsumsi fluor pada saat gigi sedang tumbuh dan mengeras yaitu sampai usia 11 tahun.
  • PenambalanPenambalan dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang yang sulit dijangkau.
  • Terapi antibakteriOrang-orang yang cenderung menderita karies gigi perlu diberikan terapi antibakteri. Daerah yang rusak dibuang dan semua lubang di tambal serta lekukan ditambal maka diberikan obat kumur yang kuat (chlorhexidine) selama beberapa minggu untuk membunuh bakteri didalam plak yang tersisa.

d.    Bakteri
Bakteri adalah penyebab utama Halitosis. Bakteri ini hidup dan berkembangbiak di dalam mulut dengan memakan sisa protein makanan yang melekat di celah gigi dan gusi.
Bakteri dalam ludah bukan karena kuman tersebut ikut diproduksi bersama ludah dalam kelenjar ludah, tetapi oleh karena mulut selalu berhubungan dengan udara terbuka maka memudahkan masuknya berbagai kuman dari udara luar tersebut. Kuman di dalam mulut yang terbanyak adalah berada didalam plak. Kuman plak terdapat 100 kali lebih banyak dibanding yang ada dalam ludah.
e.    Gingivitis
Gingivitis adalah awal penyakit gusi akibat kuman yang berada dalam plak ditandai dengan gusi merah, bengkak dan berdarah. Gingivitis adalah peradangan pada gingiva yang menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit/kelainan pada gingiva. Gingivitis disebabkan oleh plak dan di percepat dengan adanya faktor-faktor iritasi lokal dan sistemik
4) Rongga hidung dan sinus, baik oleh benda asing yang tertinggal di dalam maupun dari infeksi yang menghasilkan nanah. Jika infeksi dalam sinus, pernanahan dalam sinus bisa berkepanjangan, bau yang dihasilkan sebenarnya dari rongga hidung tapi bisa terkesan dari mulut. Dibutuhkan antibiotika jangka panjang, atau irigasi sinus sampai bersih.

f.     Tonsil (amandel)
Ada 2 tipe bau asal tonsil: @ infeksi tonsil, bau busuk; dikelola dengan antibiotika dan kumur kerongkongan dengan air garam. @ endapan di dalam celah (cekungan kecil) pada permukaan tonsil, serupa pengapuran; baunya tajam. Dikelola dengan kumur kerongkongan dengan air sirih disusul dengan air garam, dengan harapan dapat menyebabkan pengerutan mukosa tonsil dan mendesak endapan itu keluar, yang akan dibasuh air garam. Jika tak berhasil terpaksa harus dilakukan evakuasi (endapan dicungkil keluar dengan sonde). Sering bau dari endapan tonsil ini menjengkelkan karena berkali-kali timbul, sulit dikelola tuntas, dan baunya yang tajam dan khas itu bisa sampai menimbulkan rasa rendah diri. Dalam kondisi begini perlu pertimbangan pengambilan tonsil, terutama jika ada pembengkakan.

g.    Esofagus (kerongkongan) dan lambung (maag)

Seharusnya antara esophagus dan maag ada klep yang mencegah asam lambung naik, tapi beberapa kasus ada kebocoran misalnya pada kasus hernia, atau fungsi klep terganggu misalnya pada kasus stres yang berkepanjangan atau adanya kelainan esophagus misalnya adanya kantong yang menahan sebagian makanan sebelum masuk lambung. Bau nafas menjadi nyata pada orang yang berpuasa atau beberapa jam tidak makan/minum karena asam lambung yang tidak teralirkan ke dalam usus. Pada kasus begini bau hilang ketika makan dan minum walau dalam porsi kecil saja. Bau petai dan bawang disebabkan karena sebagian hasil metabolismenya disekresi lewat air liur sehingga hanya bisa hilang dengan makan mentimun, yang sama-sama disekresi air liur sehingga bisa membantu menetralkan. Hanya saja mentimun harus segera dimakan (bersamaan) dengan petai dan bawangnya.
Kedelai dan produk kedelai (tahu, tempe) hasil metabolismenya juga bisa menimbulkan bau jika orang tidak mempunyai ensim pemecah kedelai, seperti halnya susu dan keju pada mereka yang tidak cukup ensim pemecah susu.

h.    Bau karena penyakit umum


  • gangguan hati
  • infeksi jalan nafas/paru, terutama pada kasus bronki-ektasis
  • gangguan ginjal
  • diabetes
  • kanker
  • gangguan penyakit lain berbagai jenis penyakit. Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan bau mulut antara lain: a) gingivitis ulseratif nekrotisasi akut, b) mukositis ulseratif nekrotisasi akut, c) penyumbatan usus, d) infeksi tenggorokan, e) sinusitis.

Penanganan Bau Mulut

Penggunaan penyegar nafas, permen karet dan obat kumur, biasanya bersifat asimptomatis dan sangat terbatas kerjanya hanya sementara saja, pada saat efek dari penyegar nafas hilang bau mulut akan kembali tercium.
Pencegahan dan Perawatan Halitosis
Penanganan halitosis tergantung pada faktor penyebabnya, yang penting dokter gigi dapat membedakan penyebab bau mulut sebagai kelainan di dalam atau di luar mulut. Umumnya halitosis bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali dengan menjaga kebersihan mulut seperti menyikat gigi, menggunakan benang gigi, membersihkan lidah, menggunakan obat kumur (lebih dianjurkan dengan air garam) dan diet sehat, namun kadang-kadang diperlukan penangganan oleh tenaga profesional untuk melakukan rujukan. Untuk dapat mengatasi halitosis secara efektif, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh dan diagnosa yang tepat.
Tindakan pencegahan dan perawatan pada halitosis antara lain,

Menyikat Gigi
Sebaiknya gigi disikat dua kali sehari. Gigi disikat dengan bulu sikat yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Hindarkan pemakaian bulu sikat yang kasar karena bulu sikat yang kasar dapat menyebabkan resesi gingiva.Penyikatan gigi sebaiknya menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor untuk mencegah karies gigi sekaligus.

Menggunakan Benang Gigi ( Dental Floss )
Benang gigi (dental floss) digunakan untuk membersihkan celah gigi yang sempit yang tidak dapat dicapai dengan sikat gigi. Hal ini dilakukan dengan cara memotong benang kira-kira sepanjang 40 cm, kemudian diputarkan di kedua jari tengah kanan dan kiri. Benang dimasukkan ke celah diantara gigi dan ditahan dengan ibu jari agar kuat dan tidak lepas ketika dilakukan gerakan seperti menggergaji. Tindakan ini sebaiknya dilakukan satu kali sehari, namun bila memungkinkan dilakukan dua kali sehari. Setelah tahap ini diperbolehkan kumur sampai bersih atau dibilas dengan air.

Membersihkan Lidah
Permukaan lidah dibersihkan dengan cara menyikat lidah dua kali sehari menggunakan sikat gigi atau alat khusus pembersih lidah (tongue scrapper). Permukaan lidah disikat dengan lembut dan perlahan agar lidah tidak luka. Sambil lidah dijulurkan ke depan, tempatkan tongue scrapper sejauh mungkin ke belakang lidah, selama masih tahan, sambil ditarik ke depan dan ke bawah dengan tekanan ringan. Gunakan kain/kertas tissue bersih atau air mengalir untuk membersihkan tongue scrapper. Ulangi prosedur ini 2-4 kali sampai seluruh permukaan dibersihkan.

Penggunaan Obat Kumur
Obat kumur digunakan paling sedikit sekali sehari. Waktu yang paling tepat menggunakan obat kumur adalah sebelum tidur karena obat kumur memberikan efek antibakteri selama tidur saat aktivitas bakteri penyebab bau mulut meningkat. Obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan mulut kering dan apabila digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan mukosa mulut terkelupas. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan obat kumur non-alkohol seperti yang mengandung sodium sakarin. Penggunaan tidak perlu terlalu berlebihan, kurang lebih 10-15 ml sudah cukup untuk membasahi seluruh permukaan mulut. Kumur sekurang-kurangnya 1-2 menit. Jangan kumur langsung dari botol, karena apabila tersentuh ludah, bahan akan terkontaminasi, sehingga bahan aktif selebihnya di dalam botol dapat menjadi rusak, akibatnya tidak berguna lagi untuk pemakaian selanjutnya. Atau kumur larutan garam fisiologis, atau yang mengandung minyak esensial untuk membantu melindungi selaput lendir mulut sehingga tidak mudah kering. Jika dikehendaki antiseptik pakai yang mengandung zinc dan chlorhexidine.

Diet Sehat

  1. Banyak makan sayuran
  2. Mengurangi konsumsi makanan dengan protein tinggi. 
  3. Kunyahlah permen bebas gula (non-kariogenik) khususnya apabila mulut terasa kering.
  4. Banyak minum air dalam sehari.
  5. Hindari makanan yang berbau menyengat seperti bawang merah,petai,jengkol,dll
  6. Menghindari konsumsi alkohol, rokok, obat-obatan yang dapat menurunkan aliran saliva.
  7. Baru-baru ini, penelitian di Jepang melaporkan bahwa yogurt tanpa gula dapat mengurangi senyawa penyebab halitosis. Hal ini dibuktikan dengan dijumpai penurunan level senyawa hidrogen sulfida sampai 80% setelah mengkonsumsi 90 gram yogurt setiap hari selama 6 minggu. Selain itu, hasil penelitian di Amerika menunjukan bahwa polifenol (seperti catechin dan theaflavin), senyawa yang terkandung dalam teh juga dapat menghambat pertumbuhan bakkteri penyebab halitosis. Catechin terkandung dalam teh hijau maupun teh hitam sedangkantheaflavin lebih dominan pada teh hitam.

Kujungan dokter gigi
Kunjungi dokter gigi secara teratur,misalnya setiap 6 bulan sekali.

Penanganan Oleh Tenaga Profesional
Apabila karies, penyakit periodontal atau infeksi mulut lainnya yang menyebabkan timbulnya halitosis, maka diperlukan penanganan khusus oleh tenaga profesional, misalnya melakukan penambalan, skeling atau tindakan penyerutan akar gigi (root planning). Selain itu, dokter gigi akan mencabut sisa akar bila radiks atau akar gigi yang menyebabkan timbulnya halitosis.

Rujukan
Jika kecurigaan penyebab di dalam mulut sudah diatasi, tetapi halitosis masih ada, maka perlu diwaspadai kemungkinan adanya penyakit yang tidak berkaitan dengan masalah gigi dan mulut seperti penyakit sistemik. Dalam hal ini, dokter gigi akan merujuk pasien ke dokter spesialis untuk menanganinya.

Bagaimana cara mendeteksi bau mulut?

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah bau mulut atau dalam dunia medis dikenal dengan halitosis. Wajar memang jika orang tidak menyadari punya masalah bau mulut, karena otak terbiasa dengan aroma pribadi sehingga otak mengira bau sehari-hari adalah bau yang wajar. Sebenarnya ada cara mudah untuk mendeteksi bau mulut. Agar bisa terdeteksi sejak awal Anda mendeteksi bau mulut sendiri dengan cara sebagai berikut:


  • Cek lidahMulailah dengan mengecek lidah. Bila lidah berwarna pink atau merah muda dan mengkilap, berarti menunjukkan napas Anda segar. "Namun bila lidah berwarna putih dan bersisik, maka itu pertanda bau mulut," jelas Dr Harold Katz, seorang bakteriologi dan pendiri California Breath Clinic.
  • Jilat punggung tangan : "Mencium napas sendiri di tangan bukan cara terbaik untuk memeriksa halitosis," kata Dr Katz. Menurutnya, cara terbaik adalah dengan menjilat punggung tangan atau mengusapkan sendok pada lidah, biarkan kering selama beberapa detik dan kemudian cium permukaannya. Bila berbau tak sedap, maka Anda mengalami halitosis. Dr Katz menjelaskan, bau mulut memang identik dengan kondisi kesehatan gigi yang buruk. Namun bukan berarti orang yang dengan kondisi gigi baik, tidak berlubang, tidak bisa mengalami halitosis.
  • Tanya sahabat yang mengasihi anda sehingga berani berterus terang apakah anda mengidap bau mulut atau tidak.

Biar bagaimanapun, mengetahui sejak dini serta menangani halitosis dengan tepat lebih baik daripada cuek pada kondisi diri sehingga menyebabkan orang lain tidak nyaman serta menyababkan percaya diri kita kurang. Mendatangi dokter gigi jauh lebih disarankan karna selain dapat tertangani ledengan tepat juga secara menyeluruh. 



Saturday, June 1, 2013

Mitos Tentang Nyamuk Yang Keliru

5 Mitos Tentang Nyamuk Yang Keliru
Jakarta, Nyamuk kadung identik dengan pembawa penyakit. Padahal biasanya nyamuk baru bisa menularkan penyakit ketika 'ditunggangi' oleh parasit tertentu, misalnya malaria. Dengan kata lain nyamuk tak melulu dapat menyebabkan musibah karena itu bergantung pada parasit yang menumpang di tubuhnya.

Hal ini menunjukkan pentingnya wawasan tentang nyamuk dan kecenderungannya untuk membawa penyakit tertentu karena ternyata belum banyak orang yang tahu. Untuk lebih jelasnya, simak lima kesalahpahaman terbesar terkait nyamuk berdasarkan keterangan seorang pakar entomologi di Division of Vector-Born Diseases, CDC, AS, Janet McAllister, Ph.D., seperti dikutip Huffingtonpost, Sabtu (1/5/2013):

Mitos 1: Semua jenis nyamuk itu sama saja atau kurang lebih sama
Sebagian besar orang seringkali berasumsi bahwa perbedaan antara satu jenis nyamuk dengan nyamuk lainnya tampaknya tak begitu besar. Padahal menurut McAllister, spesies nyamuk-nyamuk itu sama sekali berbeda antara satu sama lain seperti halnya antara singa dengan kucing rumahan.

"Mereka mempunyai perilaku yang sangat berbeda, preferensi pilihan makanan dan di mana mereka tinggal yang juga sama sekali berbeda," lanjutnya.

Bahkan untuk urusan tempat tinggal ini bisa jadi masalah besar. Sebab spesies nyamuk kota tidak dapat tinggal di pedalaman dan terdapat beberapa spesies yang hanya bisa berkembang biak di daerah yang sangat spesifik. Jadi jenis nyamuk apa yang menyukai lingkungan tempat tinggal Anda dapat berdampak pada penyakit apa yang mungkin memapari Anda nantinya.

Yang tak kalah penting untuk diketahui, hanya nyamuk betina yang dapat menggigit manusia.

Mitos 2: Semua jenis nyamuk membawa bibit penyakit
"Terdapat lebih dari 3.000 spesies nyamuk di penjuru dunia, tapi hanya beberapa ratus yang dapat membawa bibit penyakit. Hal ini karena kebanyakan nyamuk tidak dapat menggigit manusia, sebagian justru lebih memilih hewan-hewan seperti amfibi dan reptil," kata McAllister.

Nyamuk-nyamuk yang membawa penyakit biasanya terkonsentrasi di spesies-spesies tertentu. Misalnya, virus West Nile dan virus ensefalitis St. Louis yang 'menumpang' pada nyamuk spesies Culex. "Tapi itu bukan berarti bahwa spesies Culex merupakan satu-satunya serangga yang dapat menyebarkan virus-virus paling berbahaya tersebut," terang McAllister.

Namun tampaknya spesies Culex-lah yang diketahui menjadi satu-satunya penyebab wabah penyakit dari kedua virus untuk alasan yang belum dipahami para ilmuwan sampai sekarang.

Mitos 3: Jumlah nyamuk di musim kemarau lebih sedikit daripada di musim hujan
"Nyamuk memang berkembang biak di dalam air, tapi sebenarnya kondisi kekeringan justru paling berpotensi menimbulkan penyakit. Sebab air terkonsentrasi yang jauh lebih kotor dan lebih kaya akan bahan-bahan organik terlihat lebih menarik bagi nyamuk-nyamuk pembawa penyakit," jelas McAllister.

Lagipula kurangnya sumber daya air pada musim kemarau berarti bahwa nyamuk dan burung-burung yang banyak membawa penyakit akan saling berbagi sumber daya, sehingga menciptakan lingkungan yang memudahkan penyebaran penyakit.

Mitos 4: Nyamuk hanya memilih orang-orang dengan 'darah manis'
Memang benar nyamuk hanya menggigit orang-orang tertentu, tapi hal ini tak ada kaitannya dengan kadar gula darah, penggunaan aroma tertentu atau berbagai faktor lain yang umumnya dianggap dapat menarik perhatian nyamuk.

"Beda spesies, beda juga ketertarikannya pada sesuatu, meski para pakar telah menemukan bahwa secara umum nyamuk menyukai karbon dioksida, asam laktat dan strain bakteri tertentu yang konsentrasinya lebih tinggi pada orang-orang tertentu," tandas McAllister.

Selain itu, orang-orang dapat membuat diri mereka terlihat lebih atraktif bagi nyamuk, terutama sehabis berolahraga karena dalam tubuh orang-orang itu terdapat kombinasi antara keringat, karbon dioksida dan asam laktat.

Mitos #5: Bawang putih dapat menjauhkan diri dari nyamuk
Ada beberapa orang yang rela mengonsumsi suplemen bawang putih atau makan bawang putih mentah demi menjauhkan dirinya dari nyamuk, tapi nyatanya tak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini



Source :
health.detik.com

Wednesday, May 29, 2013

Tips Mengkonsumsi Mie Instan


Cara Benar dan Aman Mengkonsumsi Mie Instan
Noodle

1.    Mengonsumsi minimal seminggu sekali

     Sudah diketahui banyak orang bahwa tidak baik untuk kesehatan jika mengonsumsi mi instan terlalu sering. Mie instan boleh-boleh saja Anda konsumsi tapi minimal satu minggu sekali saja. Itupun jika Anda benar-benar ingin memakannya. Jangan biasakan diri Anda untuk mengonsumsi mie instan.

     Terlalu banyak mengonsumsi mie instan disinyalir akan menimbulkan banyak efek negatif bagi tubuh oleh karena kandungan bahan pengawet atau penyedap rasanya. Kemudian, selain kandungan karbohidrat, mie instan tak cukup memiliki kandungan vitamin, mineral, atau serat, yang bermanfaat bagi tubuh. Sehingga, pada dasarnya mie instan tidak cukup memiliki nutrisi bagi keseimbangan gizi tubuh manusia.

    "Namun yang paling berbahaya adalah adanya kandungan bahan pengawet, MSG (monosodium glutamat), dan bahan pewarna makanan yang ada di dalam mi instan," ungkap dr Patricia Wijaya, dokter ahli kecantikan dari Beauty Inc. kepadaKompas Female, usai peluncuran produk mi instan baru di Swiss Bel Hotel.


2.    Jangan memakai air rebusannya

Mengonsumsi mi instan dengan memakai air rebusannya memang rasanya lebih enak. Namun, hal ini jangan Anda biasakan karena dalam jangka panjang, bahan kimia tersebut akan sangat berbahaya. Alangkah baiknya, jika mengonsumsinya menggunakan air rebusan yang baru saja agar bisa mengurangi risiko terkena efek negatif. 
Kandungan bahan berbahaya dalam mi instan ini didapatkan dari proses pengolahan sampai proses pengawetan yang dilakukan dengan cara menggoreng mi sampai kering. Proses penggorengan biasanya menggunakan minyak goreng, yang membuat air rebusan menjadi keruh dan sedikit berminyak ketika direbus.

Banyak orang yang mengatakan bahwa air rebusan pertama ini harus dibuang agar pengawetnya hilang. Namun sebenarnya zat pengawet ini tidak akan hilang.

Air rebusan mi instan yang pertama akan mengeluarkan minyak dan zat kimia lainnya yang mungkin saja digunakan untuk membuatnya. Namun, bahan pengawet dan kandungan lain yang berbahaya bagi kesehatan ketika diolah lebih lanjut ini tidak akan hilang 100 persen. Ia hanya akan berkurang sedikit ketika air rebusan pertama dibuang.

Kandungan minyak, bahan pengawet, MSG, dan zat pewarna masih akan tetap menempel pada mi instan meski kadarnya sudah berkurang beberapa persen. Perlu Anda ketahui, penggunaan bahan pengawet tak selamanya membahayakan, karena produsen mi instan tentunya harus mengikuti standar aman yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun kandungan bahan kimia ini masih berpotensi untuk menyebabkan berbagai gangguan kesehatan bila dikonsumsi secara rutin. "Efek yang dirasakan memang adalah efek jangka panjang, misalnya gangguan pencernaan, konstipasi, sampai kanker pencernaan, dan lainnya," tukasnya.

Dalam jangka panjang, bahan kimia tersebut juga akan sangat berbahaya bagi kecantikan wajah dan kulit. Kulit menjadi lebih kering, yang kelak akan menimbulkan berbagai gejala penuaan dini. Selain itu, mi instan juga akan merusak program diet Anda, karena kadar kalorinya tinggi. Sekali lagi, boleh-boleh saja menikmati mi instan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Jangan menjadikan mi instan sebagai makanan utama, melainkan sebagai jajanan selingan saja. Tetaplah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

3.    Tambahkan sayur

Agar tetap sehat mengonsumsi mi instan. Anda bisa tambahkan berbagai jenis sayur. Tambahkan sayur-mayur, seperti tomat, sawi hijau, toge, daun bawang, dan sayuran kesukaan Anda lainnya. Dengan menambahkan sayur-mayur di dalamnya, setidaknya Anda mempedulikan kesehatan tubuh agar tetap sehat.

4.    Jangan memakai nasi

Kandungan karbohidrat juga ada di dalam mi instan. Untuk mengonsumsinya, jangan lagi Anda tambahkan nasi. Nasi juga memiliki karbohidrat sehingga jika Anda memakan secara bersamaan akan berdampak buruk pada kesehatan. Selain menambahkan sayur-mayur, Anda juga bisa menambahkan berbagai jenis makanan lain yang memiliki kandungan protein, seperti telur.

Bagaimanapun juga mie instan tidak bisa menggantikan makanan penuh. Mi instan tetap akan dianggap sebagai makanan bantu sementara untuk menunda rasa lapar. Selain tidak baik untuk jika dikonsumsi secara terus-menerus, kandungan gizi di dalam mi instan juga tidak memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh. Gangguan kesehatan yang bisa ditimbulkan bila Anda terus-menerus mengonsumsi mi instan, seperti obesitas, kenaikan kadar gula darah, kenaikan tensi tubuh, dan lain sebagainya.


Prof C Hanny Wijaya, Food Science Expert dan Head of Food Chemistry Division IPB, mengatakan jika memilih makan mi instan penting untuk memerhatikan papan gizi pada kemasan mi instan.

"Yang paling dikhawatirkan saat makan mi instan adalah kandungan lemak tinggi pada mi, dan garam sodium dalam jumlah tinggi pada bumbu. Sodium inilah yang perlu dicermati, dan sebaiknya asupan sodium tak melebihi dari 300 mg per sajian. Perhatikan jumlah sodium di papan gizi," jelas Prof Hanny saat peluncuran Tropicana Slim Low Fat Noodles di Jakarta,

Menurut Prof Hanny, tak ada aturan pasti seberapa sering boleh makan mi instan. Tapi penting bagi setiap orang untuk menjalankan pola makan dengan gizi seimbang dan kebiasaan makan yang baik juga memerhatikan unsur kesehatan.



Bidan.info